Oct 3, 2016

Proses Produksi | Alat Elektronika Praktis | Standar Proses Produksi | Mendesain | Kualitas Produk Elektronika Praktis Langkah Keselamatan Kerja Alat Elektronika Praktis


Persaingan alat elektronika praktis semakin berkembang, maka sebelum memulai proses produksi, hams dilakukan persiapan yang matang. Dapatkanlah wawasan tentang proses produksi alat elektronika praktis dengan menyimak teks berikut ini dengan teliti!

Bahaya Instalasi Listrik Tak Standar

Instalasi listrik merupakan bagian penting dalam penggunaan berbagai alat elektronika praktis. Apabila instalasi listrik konsumen tidak seuai dengan standar maka akan merugikan konsumen dan tentunya pemerintah.

Seperti yang terjadi konsumen PLN di Bangka Belitung. Ditemukan setidaknya 55 rumah dengan instalasi listrik rumah tangga yang tidak standar, bahkan tidak mengantongi Sertifikat Layak Operasi (SLO). Instalasi listrik tidak layak operasi tersebut karena tidak memiliki kabel grounding stop kontak. Ada juga yang elektroda pembumiannya kurang dalam. Sebaiknya konsumen perlu berhati-hati dan teliti ketika memasang instalasi listrik, dan juga diperlukan kesadaran masyarakat untuk segera melapor pada PLN apabila terjadi kesalahan saat pemasangan instalasi listrik. Keamanan dan kelayakan instalasi listrik adalah hal utama untuk penggunaan berbagai peralatan elektronika praktis.

Kamu telah mengetahui tentang pentingnya standar kelistrikan pada instalasi listrik di rumah kita. Selain merugikan negara berdasarkan pemasukan kas negara hal tersebut dapat merusak berbagai peralatan elektronika praktis. Coba selesaikanlah kegiatan berikut ini untuk melatih kerjasamamu dalam menyelesaikan tugas.
Judul Kegiatan : Berlatih Mendiskusikan Persiapan Proses Produksi Alat Elektronika Praktis
Jenis Kegiatan : Kerja Kelompok
Tujuan Kegiatan : Peserta didik dapat merancang persiapan proses produksi alat elektronika praktis dengan tepat.
Langkah-langkah kegiatan sebagai berikut.
1. Buatlah kelompok yang anggotanya 3-5 orang peserta didik berdasarkan nomor urut!
2. Amatilah salah satu produk alat elektronika praktis dengansaksama!
3. Bertanyalah kepada gurumu mengenai proses produksi pada alat elektronika praktis tersebut, untuk menambah wawasanmu!
4. Identifikasilah alat elektronika praktis tersebut bersama kelompokmu.
a. Sebutkanlah komponen alat elektronika praktis tersebut!
b. Jelaskanlah proses produksi alat elektronika praktis tersebut!
5. Analisislah kelemahan dan kelebihan dalam proses produksi alat elektronika praktis!
6. Tulislah hasil diskusi bersama kelompokmu dengan rapi pada buku tugasmu!
7. Presentasikanlah hasilnya di depan kelas. Kemudian kumpulkan!
8. Gurumu akan menilai dari sikap sosial: gotong-royong, percaya diri, aspek pengetahuan: kelengkapan data, dan aspek keterampilan: terampil membuat hasil analisis dengan lengkap dan rapi.
Melalui Kegiatan tersebut tentu telah mendapatkan gambaran tentang proses produksi alat elektronika praktis. Berikut akan dijelaskan mengenai proses produksi alat elektronika praktis.

1.

Standar Proses Produksi Alat Elektronika Praktis


Kamu pasti sering mendengar istilah standar. Standar adalah patokan kriteria yang dimiliki sebuah produk. Jadi standar proses produksi adalah kriteria yang dimiliki sebuah produk dalam membuat sebuah produk. Berikut adalah standar proses produksi alat elektronika praktis.

a Sifat proses produksi


Pada sifat proses produksi terdiri dari dua macam. Pertama, proses produksi yang terputus-putus, yang memiliki arti bahwa proses produksi dilakukan atas dasar jumlah pesanan yang diterima industri. Kedua, proses produksi yang terus menerus memiliki arti bahwa proses produksi dilakukan secara terus menerus untuk memenuhi kebutuhan pasar, maka jumlah produk yang dibuat banyak.

b. Jenis dan mutu produk yang diproduksi


Dalam menentukan jenis dan mutu produk yang dibuat, dibedakan. Pertama, barang yang diproduksi termasuk jenis tahan lama atau tidak. Kedua, mutu produk terhadap barang yang dihasilkan. Ketiga, sifat permintaan konsumen terhadap barang yang diproduksi. Keempat, adalah barang yang diproduksi termasuk barang diminati konsumen atau dengan mutu yang terbaik.

c. Jenis Produk


Pada jenis produk seorang pengusaha perlu mempertimbangkan tiga hal. (1) Lokasi, artinya lokasi perusahaan berdekatan dengan sumber bahan baku atau dekat dengan pasar. (2) Jumlah barang yang diproduksi. (3) Sifat minat terhadap barang yang diproduksi, apakah musiman atau tahunan.

2.

Mendesain Alat Elektronika Praktis


Pada pembuatan desain alat elektronika praktis perlu dipersiapkan secara matang. Agar produk yang dihasilkan sesuai tujuan yang diharapkan. Berikut langkah-langkah dalam membuat desain alat elektronika praktis.

a. Prosedur Persiapan


Seorang wirausahawan dalam menentukan produk yang akan dibuat perlu menimba gagasan/informasi dari konsumen dan mengajak karyawan untuk ikut berpartisipasi memikirkan ide produk yang diproduksi.

b. Penyaringan Gagasan


Wirausahawan menyaring gagasan yang terbaik dan tepat dari konsumen ditambah dari karyawan.

c. Analisis Gagasan


Seorang wirausahawan mengadakan analisis terhadap gagasan proses produksi dari berbagai macam usaha. Hal tersebut untuk mengetahui potensi permintaan terhadap produk, jumlah omset penjualan, dan kemampuan produk dalam mendatangkan laba.

d. Percobaan Produk


Pada saat akan melakukan percobaan produk awalnya, seorang wirausahawan mempunyai gagasan tentang produk yang akan dibuatnya.

e. Uji Coba Produk


Uji coba produk dimaksudkan untuk menguji kelemahan produk (kesalahan dalam pembuatan, cacat dan manfaat produk yang dibuat). Setelah diuji cobakan produk benar-benar dapat dipertanggungjawabkan kepada konsumen.

f. Komersialisasi


Komersialisasi adalah tahap untuk memperkenal-kan produk kepada konsumen. Dalam tahap ini dimaksudkan agar produk dapat diterima oleh konsumen. Cara yang dilakukan dalam komersialisasi adalah dengan pemberian merek produk, membuat kemasan produk semenarik mungkin, menentukan harga, melakukan promosi dan pendistribusian.

3.

Proses Produksi Alat Elektronika Praktis


Proses produksi adalah kegiatan pembuatan, mengubah dan menciptakan suatu barang guna untuk meningkatkan nilai barang serta dikelola secara efisien. Proses produksi dibedakan menjadi proses produksi terus menerus dan proses produksi berberselingan.

Running LED adalah suatu rangkaian elektronika yang menggunakan lampu LED yang menyala secara bergantian atau nyala lampu LED berjalan. Pembuatan running LED diperlukan proses yang panjang. Proses tersebut tidak sulit jika dilakukan dengan langkah-langkah yang tepat dan teliti. Cermatilah langkah-langkah proses produksi running LED berikut ini.


a. Pembuatan PCB dengan komputer


1) Teknik membuat PCB dengan komputer



a) Desainlah PCB dengan aplikasi eagle/express PCB/ Proteus



b) Pastikan aplikasi sudah terinstal pada komputer



c) Pada pembuatan skematik memilih memakai aplikasi eagle, bukalah aplikasi eagle.



d) Pilihlah File-New-Project, kemudian berilah nama.



e) Klik kanan folder yang sudah diberi nama-New-Schematic.



f) Pada aplikasi eagle terdapat beberapa fungsi tools yang dapat digunakan dalam menggambar PCB.



g) Pada pembuatan skematik, klik Edit-Add. Kemudian akan muficul 'ADD' yang beri si database komponen elektronika yang dimiliki oleh EAGLE. Pilihlah komponen yang dibutuhkan. Misal memilih komponen resistor, ketiklah 'resistor*' pada bagian search dan tekan "Enter" pada keyboard. Tanda * harus disertakan pada waktu akan mencari komponen yang diperlukan pada database. Jika sudah selesai tekanlah "Esc". Susunan rangkaian seperti pada gambar halaman sebelumnya.



h) Ubahlah schematic yang sudah jadi menjadi board, dengan mengklik file-switch to board.



i) Klik "Move" untuk memindahkan komponen yang berada disebelah kiri ke dalam kotak sampingnya.



j) Klik Wire-Layar dimension untuk memberikan garis tepi rangkaian. Kemudian gunakan tools via untuk membuat lubang spicer, pilih nilai drill sebesar 3,2 dan letakkanlah lubang spicer disetiap ujung PCB.



k) Periksa gambar PCB dengan cara mengklik tools "Ere" dan "Drc" untuk mengetahui kesalahan komponen.



l) Klik print-ben centang opsi black dan solid-page.



m) Cetaklah tata jalur PCB pada kertas A4

Adapun tools dan fungsi pada aplikasi Eagle adalah sebagai berikut :
No. Nama Fungsi
1. Move Memindahkan posisi komponen
2. Copy Menggandakan komponen
3. Mirror membalik komponen pada sumbu vertikal/horisontal.
4. Rotate Memutar sudut komponen
5. Group Menggabungkan beberapa komponenmenjadi satu bagian
6. Change Mengubah paramater yang digunakan dalam menggambar PCB
7. Add Menambah komponen
8. Replace Mengganti komponen
9. Name memberi nama komponen
10. Value Memberi nilai satuan komponen
11. Wire Membuat jalur komponen
12. Text Membuat tulisan pada PCB
13. Circle Membuat lingkaran
14. Arc Membuat garis melingkar
15. Rect Membuat gambar kotak
16. Via Membuat lubang komponen


2) Teknik Membuat PCB manual



a) Pembuatan PCB secara manual perlu dipersiapkan alat dan bahannya antara lain PCB polos, skema rangkaian, rugos elektro, spidol permanen, kertas gosok(amplas), larutan FeCl3, Cutter dan bor listrik.



b) Fotocopy hasil cetakan yang dibuat pada komputer dengan menggunakan kertas transparansi.



c) Guntinglah hasil fotocopy gambar tata jalur sesuai dengan garis tepi yang dibuat.



d) Siapkanlah PCB yang dibersihkan dengan menggunakan kertas gosok tipis dengan bilasan air.



e) Panaskanlah setrika dengan suhu maksimal!



f) Tempelkanlah gambar tata jalur yang telah digunting. Kemudian pastikanlah bagian yang terkena tinta menempel pada PCB.



g) Tempelkanlah setrika diatas kertas transparansi, ditekan dan tahan selama 30 menit. Pastikanlah setrika tidak bergeser, karena dapat menyebabkan kertas transparansi ikut bergeser.



h) Gunakanlah ujung setrika untuk menekan jalur rangkaian pada kertas transparansi, sehingga semua jalur menempel pada PCB.



i) PCB didinginkan dengan air dan lepaskanlah kertas transparansi dari PCB secara perlahan-lahan.



j) Spidol permanen digunakan untuk menambal jalur rangkaian yang tidak tertutup sempurna oleh tinta kertas transparansi



k) Siapkanlah wadah plastik dan air, kemudi'an masukkanlah FeCl3 secukupnya. Kemudian masukkanlah PCB pada larutan yang dibuat tersebut.



l) Wadah plastik digoyangkan secara perlahan untuk mempercepat proses peleburan tembaga pada PCB. Proses etching sudah selesai, jika tembaga pada PCB yang tidak terkena tinta telah luntur



m) PCB dikeluarkan dari larutan dan bilas dengan air, kemudian keringkanlah PCB



n) Borlah PCB dengan bor listrik dengan diameter 0,8-lmm. Kemudian setelah dibor dibersihkan dengan air lagi.

b. Merakit rangkaian Running LED


1). Siapkan alat dan bahan antara lain IC 4017, IC 555, resistor 180 Ohm, Potensiometer 20K, Kapasitor 47 pF/16V dan 22 pF/16V, LED merah dan hijau, dioda IN4001,baterai 9V, socket/kancing baterai, kabel serabut, solder kistrik, tang potong, sedotan timah, cutter, timah patri,Larutan FeC13, kertas gosok(amplas), rugos elektro, bor listrik, dan sedotan.


2). Uji cobalah dengan multimeter masing-masing komponen untuk mengetahui komponen masih dapat bekerja dengan baik.


3). Pasanglah komponen aktif terlebih dahulu baru komponen pasif pada PCB sesuai jalur dan tata letak rangkaian.


4). Setelah terpasang semua dengan benar. Kemudian patrilah dengan solder semua komponen dengan hati-hati.


5). Potonglah kaki komponen yang berlebihan pada PCB dengan tang potong.

c. Uji Coba Rangkaian Running LED


1) Pasanglah kutub positif batu baterai ke kutub positif rangkaian.


2) LED akan menyala secara bergantian, seperti gambar berikut ini.

4.

Kualitas Produk Elektronika Praktis


Pada setiap produk khususnya elektronika praktis yang dihasilkan tidak dapat dipisahkan dengan manfaatnya sebagai pemenuh kebutuhan konsumen.

Setiap produk khususnya elektronika praktis "Running LED" digunakan sebagai aksesoris lampu motor, running text display dan lain-lain. Running LED digunakan secara optimal dan sebagai kepuasan pelanggan yang merupakan refleksi kualitas dari produk tersebut.

5.

Langkah Keselamatan Kerja Alat Elektronika Praktis


Keselamatan kerja harus selalu diperhatikan dalam membuat rangkaian dan penggunaan running LED.
Agar tidak terjadi kecelakaan dalam membuat rangkaian running LED. Perhatikanlah dalam waktu memakai solder antara lain.

a. Panas mata solder dapat mencapai 400°C, apabila tersentuh dapat menyebabkan luka bakar.

b. Jauhkan kabel solder dengan solder. Karena panas solder dapat menyebabkan kabel terkelupas dan menghasilkan sengatan listrik.

c. Letakkanlah solder pada rumah solder atau tempat yang aman.

d. Jangan sentuh dan tunggu beberapa saat setelah komponen selesai tersolder.

e. Pastikan sirkulasi udara ruang penyolderan dalam kondisi baik karena asap yang dihasilkan akan menyebabkan iritasi.

f. Cuci tangan setelah menggunakan solder.

g. Hati-hati dalam menggunakan cutter tajam dan saat menghubungkan alat ke sumber listrik.