Jul 14, 2016

Hubungan Seni dan Kreativitas Dengan Fotografi


Seni fotografi adalah perpaduan antara teknologi dan seni. Berbagai nilai estetika yang tidak tercakup dalam teknologi fotografi harus diselaraskan dengan proses teknis untuk memberikan karakter dan keindahan pada hasil visualnya. Seni fotografi bukan sekedar merupakan rekaman apa adanya dari dunia nyata, tapi menjadi karya seni yang kompleks dan media gambar yang juga memberi makna dan pesan.

Seni dalam fotografi bisa dikatakan sebagai kegiatan penyampaian pesan secara visual dari pengalaman yang dimiliki seniman/fotografer kepada orang lain dengan tujuan orang lain mengikuti jalan pemikirannya. Fotografi menampilkan kenyataan (realita) dan tidak ada unsur abstrak (dalam seni fotografi).

Suatu kenyataan bahwa pembuatan seni fotografi dengan kamera berarti membatasi subyek dengan batas format pada jendela pengamat. Hal ini menjadikan seni fotografi lebih jujur daripada seni lainnya karena merekam seperti memfotocopy subyek yang ada di depannya.

Dalam proses berkarya seni fotografi atau proses visualisasi karya adalah menghidupkan dan memberi jiwa pada karya foto. Seperti halnya dengan seniman seni rupa lainnya, fotografer bekerja menggunakan otak dan hatinya yaitu segala tindakan yang dilakukan, terutama dalam proses pengambilan obyek, ia akan mengetahui hasil yang akan diperoleh sehingga melakukan tindakan-tindakan yang berguna untuk mendukung ide dan gagasannya.

Dunia fotografi adalah dunia kreativitas tanpa batas. Beragam karya foto dapat dihasilkan dengan berkreasi, tidak ada yang dapat membatasinya. Sejauh keinginan untuk berkreasi, seluas itu pula lautan karya yang bisa dihasilkan.

Kreativitas yang dimaksud menyangkut segala aspek dan proses pembuatan foto, mulai dari pemilihan peralatan yang dipakai, kejelian menentukan obyek pemotretan sampai proses pencetakan foto. Kejelian menentukan obyek sangat berpengaruh pada foto yang akan dihasilkan.

Memang terasa begitu besar peranan kreativitas dalam era fotografi yang didukung perkembangan teknologi kamera. Apalagi jika sudah memanfaatkan fotografi digital untuk menyederhanaan proses teknis fotografi sehingga fotografer bisa lebih berkonsentrasi untuk berkarya.

Keunggulan kreatif akan semakin menunjukkan perannya dalam dunia fotografi. Berbagai titik kreatif memang bisa dipelajari, tetapi untuk menjadi fotografer kreatif harus banyak mencoba, belajar dari kesalahan, dan terus berkarya.

Fotografer


Fotografer adalah orang yang membuat gambar (melukis) dengan sinar melalui film atau permukaan yang dipekakan. Fotografer menjadi penentu apakah sebuah gambar yang dihasilkan sama persis dengan aslinya.

Dalam hitungan tahun, perkembangan dunia fotografi pun sangat maju pesat. Kemajuan itu ditandai dengan semakin banyak bermunculannya kamera dengan kecanggihan yang menawarkan segala kemudahan.

Era Fotografi Digital memudahkan fotografer untuk memahami dunia fotografi lebih luas lagi. Berbeda dengan Fotografi Konvensional, di mana fotografer harus mencetaknya terlebih dahulu baru dapat melihat dan mengevaluasi hasil jepretan, data teknisnya pun harus dicatat terlebih dahulu. Proses ini membutuhkan waktu dan biaya yang lebih banyak dibandingkan dengan Fotografi Digital.

Begitu strategisnya kehadiran seorang fotografer, maka terbukalah kesempatan bagi para pecinta fotografi untuk menekuni lebih dalam lagi tentang dunia fotografi sebagai profesi.

Profesi fotografer dibagi menjadi tiga, yaitu:

Foto “Fine Art (Seni Murni)


Yaitu cabang fotografi yang semata-mata karena minat dan kesukaan sang fotografer.

Foto Jurnalistik
Merupakan cabang fotografi yang khusus menampilkan foto-foto yang mempunyai nilai berita. Bersifat aktual sebagai berita yang mampu mengungkapkan kejadian, menjelaskan, dan menimbulkan rasa ingin tahu.

Foto Komersial
Yaitu cabang dari fotografi professional, di mana fotografer bekerja untuk memenuhi kebutuhan industri periklanan, penjualan, dan peragaan untuk media massa atau publikasi khusus.

Industry membagi profesi fotografi lebih terkotak-kotak dan memecah fotografer advertising dan pewarta foto jadi spesialisasi yang lebih kecil lagi, misalnya spesialisasi landscape, wild life, fashion, dan lain-lain. Ketika memotret orang (portrait photography), tidak hanya teknik fotografi yang dibuthkan, tapi juga ilmu psikologi.

Begitu juga untuk fotografer fashion. Pengetahuan tentang perkembangan mode mutlak dipahami oleh fotografer agar hasil fotonya tidak ketinggalan zaman.

Masa Depan Fotografer

Kini, fotografi telah menjadi bagan tak terelakan dalam kehidupan manusia di seluruh dunia. Bahkan, orang awam dapat berhadapan dengan seribu hasil fotografi tiap harinya, baik dalam bentuk foto, iklan, di berbagai media massa sampai di pinggir jalan. Hal ini merupakan salah satu peluang besar seorang fotografer untuk menawarkan idenya kepada orang lain untuk salah satu bidang.

Selama industri di Indonesia terus ada, semakin banyak produk yang dikeluarkan, berarti akan semakin banyak kebutuhan akan foto. Sekarang bagaimana fotografer mengambil peluang tersebut.

Salah seorang fotografer Indonesia yang sukses dengan karya foto komersialnya adalah Jerry Aurum. Fotografer yang baru saja menerbitkan buku “my room" ini pernah mendapat bayaran Rp 100 juta per jam untuk sesi foto. 

Spesialisasi Fotografer

Fotografi Murni atau Hobi

Jenis fotografi yang digolongkan ke dalam kelompok fotografi murni adalah jenis karya fotografi yang dibuat semata-mata karena hobi atau kesukaan sang fotografer. Fotografer di bidang ini mencoba mengkomunikasikan diri dan pengalamannya kepada orang lain. Karena sifatnya pengalaman pribadi, seringkah fotofoto itu tidak lepas dari subjektifitas pemotretnya.

Fotografi Jurnalistik

Fotografi jurnalistik berarti membuat berita dengan menggunakan foto sebagai media informasi. Dengan menggabungkan dua media komunikasi visual dan verbal sehingga menimbulkan efek ketiga bagi yang melihatnya.

Dalam foto jurnalistik juga dikenal rubrikasi atau pembagian antara lain:

  • Hard news (Spot News atau Hot News). Dalam bahasa Indinesia lazim disebut berita hangat atau keras, merupakan hasil rekaman berita beragam peristiwa yang dapat mengubah sejarah dunia.
  • General news (Berita Umum). Foto jurnalistik kategori ini bersifat seremoni yang teijadwal atau teragendakan. Seperti foto-foto pertemuan pejabat, peresmian sebuah gedung, karnaval, peringatan atau ulang tahun sebuah negara, dan sebagainya.
  • Potret (Tokoh, Artis, dan lain-lain) Foto portrait berani menampilkan karakteristik sesuai dengan hati sang subjek. Yang paling pokok adalah pengungkapan kreatif dari watak seorang tokoh, hingga merupakan sebuah biografi visual.
  • Industri dan Pertanian. Foto-foto yang bersifat proses produksi dalam suatu industri baik pertanian maupun industri berskala besar.
  • Ekonomi dan Investasi . Foto yang berkenaan dengan perekonomian makro.
  • Daily life (Features). Foto jurnalistik yang tidak terikat dengan syarat unsur kehangatan atau aktualitas. Yang diutamakan adalah segi keunikan, humor, maupun perjuangan hidup atau nasib seseorang.
  • Seni dan Budaya. Jenis foto jurnalistik yang menvisualisasikan cerita dari suatu seni dan budaya tertentu.
  • Alam Lingkungan. Beberapa fokus permasalahan alam lingkungan dapat diangkat menjadi visual, agar peristiwa tersebut dapat menjadi perhatian dan mendapat penanganan serius oleh pemerintah.
  • Arsitektur. Segala foto yang berbau arsitektur, interior maupun eksterior, dan semua gedung bangunan.
  • Iptek dan Kesehatan. Kategori foto tentang penemuan di bidang teknologi seperti Computer maupun penemuan serum suatu pengobatan, Sports (Olahraga)

Foto olahraga merupakan wujud apresiasi terhadap semangat kompetisi sportif.

  1. Esai Foto. Foto-foto yang bercerita foto seri yang biasanya dilengkapi dengan teks pengantar. Foto bukan foto tunggal melainkan terdiri dari beberapa foto yang menjadi item maupun tema cerita.
  2. Fotografi Komersial. Pekeijaan sebagai fotografer komersial biasanya meliputi foto produk (iklan), foto arsitektur, foto fashion, foto udara, foto pernikahan, dan lain-lain.
  3. Fotografi Iklan. Munculnya berbagai iklan di media seperti surat kabar, majalah, poster, brosur, atau billboard, menjadi lahan subur bagi fotografer. Pada fotografi iklan dapat dilihat bahwa faktor objektifitasagak sedikit berkurang. Alas an yang paling mendasar adalah foto-foto yang akan ditampilkan bertujuan mempengaruhi selera konsumen.
  4. Fotografi Pernikahan (Wedding Photography). Merupakan bagian dari fotografi komersial yang berfungsi sebagai sarana pendokumentasian upacara pernikahan. Fotografi pernikahan merupakan “tambang ema” bagi seorang fotografer yangtidak ada habis-habisnya.
  5. Fotografi Fashion. Foto fashion tida lagi berbentuk foto produk tapi berkembang menjadi aliran yang mengutamakan artistic tinggi yang mewakili rancangan mode

Sekolah dan Komunitas Fotografi


Untuk memperdalam ilmu fotografi, seorang fotografer harus terus banyak menggali ilmu, baik membaca buku literature, melihat hasil karya orang lain, dan tentunya banyak melakukan praktik.

Dewasa ini, sudah tersedia banyak tempat untuk belajar ilmu fotografi. Berbeda dengan beberapa tahun lalu, yang harus belajar ke luar negeri.

Saat ini jika ingin melanjutkan kuliah di jurusan khusus fotografi, beberapa perguruan tinggi di Indonesia telah membuka jurusan fotografi. Selain bangku kuliah, banyak juga cara yang bisa ditempuh untuk memperdalam ilmu fotografi, seperti tempat kursus fotografi.

Sekolah Formal

Universitas Tri sakti

Di Universitas Trisakti, jurusan fotografi masuk dalam program studi strata I Fakultas Seni Rupa dan Desain. Trisakti merupakan Universitas Swasta pertama di Indonesia yang membuka program studi fotografi, yakni tahun 1996.

Untuk membentuk lulusan yang siap kerja, Trisakti menyediakan peralatan fotografi yang lengkap. Mulai dari kamera, ruang studio, kamar gelap laboratorium, dan perpustakaan.
Meskipun teknologi digital sudah mendominasi fotografi modern, Trisakti tetap memberikan pelajaran teknik dan eksperimen kamar gelap, yang notabene digunakan untuk pengolahan foto dari kamera analog.
Bidang-bidang studi yang ada di Jurusan Fotografi Universitas Trisakti antara lain:
1.    Fotografi dasar
2.    Fotografi still life
3.    Fotografi fashion
4.    Fotografi jurnalistik
5.    Industrial fotografi
6.    Digital imaging
7.    Kamar gelap
8.    Sejarah seni rupa
9.    Sejarah fotografi, dll

Jurusan fotografi di Trisakti member keleluasaan kepada mahasiswa untuk memilih spesilisasi fotografi di akhir studi. Mata kuliah pilihan tersebut, antara lain:

1.    Foto produk
2.    Foto pernikahan
3.    Video musik
4.    Fotografi alam dan satwa (wild life photography)
Di akhir studi, mahasiswa diberikan alternatif tugas akhir yaitu skripsi atau pengkaryaan. Jika skripsi kaitannya hanya dengan penulisan, pada pengkaryaan, mahasiswa diwajibkan.